HAZWINDI, NOR (2025) NILAI-NILAI KESENIAN REOG PONOROGO MASYARAKAT DESA BANGUN JAYA KECAMATAN TAMBUSAI UTARA KABUPATEN ROKAN HULU. Sarjana thesis, Universitas Pasir Pengaraian.
|
Text
COVER.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
BAB 1 2 3.pdf Download (397kB) |
|
|
Text
BAB 4 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalam kesenian Reog Ponorogo di Desa Bangun Jaya. Reog Ponorogo Krido Budoyo merupakan suatu pertunjukkan hiburan rakyat yang di dalam kesenian ini penari pertama menggunakan kepala singa dengan hiasan bulu merak, dengan berat topeng mencapai 50-60 Kg, dengan diiringi beberapa penari bertopeng dan berkuda lumping dan reog asli dari Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis pendekatan dalam penelitian ini adalah etnografi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam peneliti ini berjumlah 48 orang yang merupakan tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat Jawa yang mengetahui tentang nilai-nilai dalam kesenian dan upaya pelestarian reog ponorogo. Teknik pengambilan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling-non probalistic. Hasil penelitian menunjukkan adanya Nilai-nilai yang terkandung didalam kesenian reog ponorogo di Desa Bangun Jaya Kecamatan Tambusai Utara terdapat lima nilai yaitu 1) nilai estetika, dapat dilihat dari adanya pola-pola gerakan yang dinamis, lincah dan penuh ekspresi. nilai estetika juga terdapat dari adanya penggunaan musik dan suara yang mengiringi penampilan kesenian reog ponorogo yang membuat suasana penampilan kesenian semakin hidup; 2) nilai moral, yang dapat dilihat dari adanya rasa cinta tanah air seperti adanya rasa bangga terhadap kebudayaan lokal dan warisan leluhur; 3) nilai sosial dilihat dari banyaknya masyarakat yang terlibat di dalam pertunjukkan kesenian reog ponorogo; 4) Nilai isi yang dapat dilihat dari adanya penggunaan singo barong dengan topeng kepala singa yang besar dan megah yang menjadikan simbol kekuatan dan keberanian untuk bertarung; dan 5) Nilai penampilan dilihat dari adanya mengandung nilai yang berhubungan dengan adat dan juga mengandung simbol kebudayaan masyarakat asli suku Jawa. Kesimpulannya, Reog bukan hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga cerminan nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, gotong royong, dan semangat pantang menyerah. Pelestarian Reog juga berarti menjaga warisan budaya tak benda yang diwariskan turun temurun, serta memperkuat identitas lokal dan nasional.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Nilai-nilai, Pelestarian, Kesenian, Reog Ponorogo, |
| Subjects: | Dewey decimal Classification Subject Areas > 300 Ilmu Sosial |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan IPS |
| Depositing User: | Pustaka - - |
| Date Deposited: | 04 May 2026 06:40 |
| Last Modified: | 04 May 2026 06:40 |
| URI: | http://repository.upp.ac.id/id/eprint/3792 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
