PENGARUH BEBERAPA WARNA LIGHT TRAP DENGAN FEROMON TERHADAP EFEKTIFITAS PENANGKAPAN SERANGGA KUMBANG BADAK (Oryctes rhinoceros L) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT BELUM MENGHASILKAN

KUNCORO, IFAN SIGIT (2026) PENGARUH BEBERAPA WARNA LIGHT TRAP DENGAN FEROMON TERHADAP EFEKTIFITAS PENANGKAPAN SERANGGA KUMBANG BADAK (Oryctes rhinoceros L) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT BELUM MENGHASILKAN. Sarjana thesis, Universitas Pasir Pengaraian.

[img] Text
COVER.pdf

Download (595kB)
[img] Text
BAB 1 2 3.pdf

Download (310kB)
[img] Text
BAB 4 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Kumbang badak (Oryctes rhinoceros L.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM) yang dapat menyebabkan kerusakan pada titik tumbuh sehingga menghambat pertumbuhan tanaman dan menurunkan produktivitas. Pengendalian menggunakan insektisida dinilai kurang ramah lingkungan, sehingga diperlukan pengendalian alternatif yang lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan warna lampu light trap yang paling efektif jika dikombinasikan dengan feromon dalam menarik kumbang badak pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2026 di PT. HUTAEAN Afdeling II, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu menggunakan metode observasi dengan lima perlakuan, yaitu lampu putih + feromon, lampu kuning + feromon, lampu merah + feromon, lampu biru + feromon, dan lampu ungu + feromon. Pengamatan dilakukan selama 11 malam dengan parameter jumlah kumbang badak yang terperangkap, jumlah kumbang jantan, jumlah kumbang betina, serta panjang tubuh kumbang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi lampu biru dan feromon merupakan perlakuan yang paling efektif dalam memerangkap kumbang badak, dengan jumlah tangkapan sebanyak 54 ekor, diikuti lampu putih sebanyak 41 ekor, lampu ungu 19 ekor, lampu kuning 16 ekor, dan lampu merah 12 ekor, sehingga total kumbang yang terperangkap selama penelitian mencapai 142 ekor. Berdasarkan jenis kelamin, diperoleh 43 ekor kumbang jantan dan 99 ekor kumbang betina. Panjang tubuh kumbang berkisar antara 35–49 mm, dengan rata- rata panjang kumbang jantan 41 mm dan betina 42 mm. Tingginya jumlah kumbang betina yang terperangkap diduga dipengaruhi oleh penggunaan feromon agregasi yang lebih efektif menarik imago betina.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Oryctes rhinoceros L., light trap, feromon, warna lampu, kelapa sawit, tanaman belum menghasilkan (TBM).
Subjects: Dewey decimal Classification Subject Areas > 600 Teknologi dan ilmu-ilmu Terapan > 630 - 639 Pertanian dan Teknologi yang Berkaitan
Divisions: Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi
Depositing User: Pustaka - -
Date Deposited: 22 Oct 2026 08:13
Last Modified: 22 Oct 2026 08:13
URI: http://repository.upp.ac.id/id/eprint/5153

Actions (login required)

View Item View Item