PANJAITAN, PURNAMA SARI (2023) HUBUNGAN PARITAS DAN PENDIDIKAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI RSUD ROKAN HULU PERIODE 2021-2022. Sarjana thesis, Universitas Pasir Pengaraian.
|
Text
COVER.pdf Download (573kB) |
|
|
Text
BAB 1 2 3.pdf Download (372kB) |
|
|
Text
BAB 4 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (787kB) | Request a copy |
Abstract
Kehamilan adalah serangkaian proses yang berawal dari konsepsi, kemudian fertilisasi, nidasi, dan implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal berlangsung selama 38-40 minggu atau sekitar 280 hari. Anemia dalam kehamilan berpengaruh terhadap peningkatan kejadian prematuritas, angka kematian ibu, angka kematian bayi serta infeksi. Anemia defisiensi besi pada ibu hamil selain mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan juga berdampak pada bayi setelah dilahirkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Paritas dan Pendiidkan dengan Kejadian Anemia Pad Ibu Hamil di RSUD rokan Hulu. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskritif Analitik dengan pendekatan Case Control. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai Juni 2023 di RSUD Rokan Hulu. Populasi yang dalam penelitian ini adalah pada tahun 2021 sebanyak 1.294 ibu hamil dan tahun 2022 sebanyak 1.231 ibu hamil, dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 108 responden. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Dengan menggunakan uji hipotesis Uji Chi Square pada program Komputerisasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Mayoritas Paritas Resiko Rendah yaitu 2 dan 3 sebanyak 59 responden (54,6 %) dan Mayoritas pendidikan Rendah sebanyak 58 responden (53,7 %). Hasil uji statistic dengan uji chi square didapatkan pada variabel paritas p-value 0,500 artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil, ibu dengan paritas 1 atau ≥ 4 cenderung mengalami anemia 0,928 kali dibandingkan ibu dengan paritas 2-3. Pada variabel pendidikan p-value 0,167 artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil, Dimana ibu dengan tingkat pendidikan Rendah (SD-SMP) cenderung mengalami anemia 0,638 kali dibandingkan ibu dengan tingkat pendidikan Tinggi (SMA-PT).. Kesimpulannya Skrining awal dalam kehamilan sangat diperlukan karena dapat mendeteksi terjadinya anemia pada kehamilan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ibu Hamil, Paritas, Pendidikan, Kejadian Anemia |
| Subjects: | Dewey decimal Classification Subject Areas > 600 Teknologi dan ilmu-ilmu Terapan > 610 - 619 Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan > 610 Medicine and Health/Ilmu Kedokteran, Ilmu Pengobatan dan Ilmu Kesehatan |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi S1 Kebidanan |
| Depositing User: | Pustaka - - |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 07:52 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 07:52 |
| URI: | http://repository.upp.ac.id/id/eprint/4479 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
