ANALISIS PAPARAN SUHU TINGGI TERHADAP NILAI KUAT TEKAN MORTAR PCC DAN MORTAR GEOPOLIMER ABU SAWIT

KURNIAWAN, RIDHO (2026) ANALISIS PAPARAN SUHU TINGGI TERHADAP NILAI KUAT TEKAN MORTAR PCC DAN MORTAR GEOPOLIMER ABU SAWIT. Sarjana thesis, Universitas Pasir Pengaraian.

[img] Text
COVER.pdf

Download (970kB)
[img] Text
BAB 1 2 3.pdf

Download (903kB)
[img] Text
BAB 4 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Beton dan mortar merupakan material konstruksi yang paling banyak digunakan dalam berbagai jenis bangunan. Salah satu komponen penting dalam mortar adalah semen sebagai bahan pengikat. Namun, produksi semen Portland menghasilkan emisi karbon dioksida yang cukup besar dan proses pembuatannya memerlukan energi yang tinggi, sehingga diperlukan alternatif bahan pengikat yang lebih ramah lingkungan. Salah satu solusi yang dikembangkan adalah mortar geopolimer, yaitu mortar yang menggunakan bahan aluminosilikat seperti abu sawit (Palm Oil Fuel Ash/POFA) sebagai pengganti sebagian atau seluruh semen. Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan abu sawit juga dapat memanfaatkan limbah industri kelapa sawit yang jumlahnya cukup banyak di Indonesia, khususnya di daerah Rokan Hulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental di laboratorium dengan pendekatan kuantitatif. Benda uji dibuat dalam bentuk kubus berukuran 5×5×5 cm dengan total 36 sampel, terdiri dari mortar PCC dan mortar geopolimer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortar PCC mencapai kuat tekan optimum pada pemanasan 3 jam, yaitu 18,27 MPa (umur 28 hari) dan 22,62 MPa (umur 56 hari). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan mortar PCC dan mortar geopolimer abu sawit pada umur perawatan 28 hari dan 56 hari setelah mengalami paparan suhu tinggi sebesar 300°C dengan variasi lama pemanasan 1, 3, dan 5 jam, serta membandingkan pengaruh paparan suhu tinggi tersebut terhadap kedua jenis mortar. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa mortar PCC memiliki kuat tekan dan ketahanan terhadap suhu tinggi yang lebih baik dibandingkan mortar geopolimer abu sawit (POFA). Oleh karena itu, mortar PCC lebih direkomendasikan untuk digunakan pada konstruksi yang berisiko mengalami paparan suhu tinggi, sedangkan mortar geopolimer POFA masih memerlukan pengembangan lebih lanjut agar lebih tahan terhadap kondisi tersebut.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: kuat tekan, mortar PCC, mortar geopolimer, abu sawit (POFA).
Subjects: Dewey decimal Classification Subject Areas > 600 Teknologi dan ilmu-ilmu Terapan > 620 - 629 Ilmu Teknik dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Pustaka - -
Date Deposited: 05 Oct 2026 01:56
Last Modified: 06 Oct 2026 02:56
URI: http://repository.upp.ac.id/id/eprint/5073

Actions (login required)

View Item View Item