DIANTI, TRI (2026) ANALISIS SIFAT MEKANIK TANAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE MOHR-COULOMB UNTUK STABILITAS TANAH PADA INFRASTRUKTUR JALAN. Sarjana thesis, Universitas Pasir Pengaraian.
|
Text
COVER.pdf Download (703kB) |
|
|
Text
BAB 1 2 3.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 4 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Klasifikasi tanah sangat membantu perancang dalam memberikan pengarahan melalui cara empiris yang tersedia dari hasil pengalaman yang telah lalu. Tetapi, perancang harus berhati-hati dalam penerapannya karena penyelesaian masalah stabilitas, kompersi (penurunan), aliran air yang didasarkan pada klasifikasi tanah sering menimbulkan kesalahan yang berarti (Khatab et al., 2022). Kebanyakan klasifikasi tanah menggunakan indeks tipe pengujian yang sangat sederhana untuk memperoleh karakteristik tanah. Karakteristik tersebut digunakan untuk menentukan kelompok klasifikasi. Umumnya, klasifikasi tanah didasarkan atas ukuran partikel yang diperoleh dari analisis saringan (dan uji sedimentasi) dan plastisitas. Terdapat dua sistem klasifikasi yang sering digunakan, yaitu unifed soil classification system dan AASHTO (American association of state highway and transportation officials). Sistem – sistem ini menggunakan sifat – sifat indeks tanah yang sederhana seperti distribusi ukuran butiran, batas cair dan indeks plastisitas. Klasifikasi tanah dari sistem unified mula pertama diusulkan oleh casagrande (1942), kemudian direvisi oleh kelompok teknisi dari USBR (United state bureau of reclamation). Dalam bentuk yang sekarang, sistem ini banyak digunakan oleh berbagai organisasi konsultan geoteknik. Menurut Hardiyanto (2010) parameter kuat geser tanah diperlukan untuk analisis kpasitas dukungan tanah, stabilitas lereng dan gaya dorong pada penahan tanah. Menurut teori Mprh (1910) dalam Hardiyanto (2010) kondisi keruntuhan bahan terjadi akibat adanya kombinasi keadaan kritis tegangan geser pada bidang runtuhnya. Nilai stabilitas tanah ditentukan oleh faktor keamanan (FK), yaitu perbandingan antara kuat geser tanah yang tersedia dan tegangan geser yang bekerja. Jika FK bernilai lebih dari 1,25 hingga 1,5, tanah umumnya dinyatakan stabil. Kategori nilai faktor keamanan (FK) : FK > 1,5 : Kondisi tanah dan lereng sangat stabil dan aman dari potensi longsor.FK 1,25 – 1,5 : Kondisi tanah cukup stabil, namun perlu pengawasan jika ada beban tambahan atau curah hujan tinggi.FK 1,0 – 1,25 : Kondisi kritis atau rawan, mudah bergeser saat cuaca ekstream atau getaran.FK < 1,0 : Tanah tidak stabil atau sudah mengalami longsor/keruntuhan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ANALISIS SIFAT MEKANIK TANAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE MOHR-COULOMB UNTUK STABILITAS TANAH PADA INFRASTRUKTUR JALAN |
| Subjects: | Dewey decimal Classification Subject Areas > 600 Teknologi dan ilmu-ilmu Terapan > 620 - 629 Ilmu Teknik dan Ilmu yang Berkaitan |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Sipil |
| Depositing User: | Pustaka - - |
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 02:05 |
| Last Modified: | 02 Oct 2026 02:05 |
| URI: | http://repository.upp.ac.id/id/eprint/5060 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
