WIJAYA, BUDI (2025) AKIBAT HUKUM TERHADAP PERJANJIAN PINJAMAN KREDIT DI BAWAH TANGAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM PERDATA (STUDI KASUS KOPERASI NENEK ENO SENAMA NENEK). Sarjana thesis, Universitas Pasir Pengaraian.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 4 5.pdf Download (359kB) |
|
|
Text
BAB 1 2 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (505kB) | Request a copy |
Abstract
Itikad baik dari kreditur dan debitur adalah landasan dari perjanjian kredit, karena apabila dilandasi dengan itikad baik, maka para pihak dalam perjanjian masing-masing akan memenuhi apa yang menjadi kewajibannya, sehingga tidak akan menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak yang ada di dalam perjanjian. Setiap perjanjian yang dibuat tidak selamanya ada unsur itikad baik dari para pihak yang ada didalamnya, namun bisa saja terdapat itikad tidak baik yang dilakukan dengan sengaja oleh salah satu pihak dalam perjanjian (baik itu debitur maupun kreditur) yang mengakibatkan salah satu pihak dalam perjanjian mengalami kerugian. Sekalipun itikad baik sudah ada dari para pihak dalam pembuatan sebuah perjanjian kredit, Adapun lokasi yang dipilih penulis untuk melakukan penelitian ini adalah Kredit Harian Koperasi Nenek Eno Senama Nenek Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar. Alasan penulis memilih lokasi di Kredit Harian sebagai tempat penelitian karna di daerah itu masih banyak masyarakat menjalankan kredit harian ini. Data primer, berupa data yang langsung didapatkan dalam penelitian dilapangan. Data yang diperoleh dari wawancara dengan direktur Kredit Harian Kredit Harian Koperasi Nenek Eno Senama Nenek Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar dan 1 orang kreditur secara mendalam (depfth interview). Data sekunder, data yang diperlukan untuk melengkapi data primer. Adapun data sekunder tersebut.Perjanjian kredit sebagai perjanjian tertulis merupakan alat bukti untuk kepentingan hukum masing-masing pihak. Apabila dikemudian hari terjadi sengketa diantara kedua belah pihak, maka dengan adanya bukti tertulis dari masing-masing pihak yang terlibat dalam perjanjian itu mempunyai bukti yang kuat, khususnya dalam perjanjian kredit Pemberi pinjaman yang banyak mengandung risiko yang berkaitan dengan masalah keuangan. Penulis juga melihat bahwa musyawarah yang dilakukan antara pihak Pemberi pinjaman dengan nasabah tentang tidak menarik sisa agunannya, dengan membuat perjanjian.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kredit Harian Koperasi Nenek Eno Senama Nenek |
| Subjects: | Dewey decimal Classification Subject Areas > 300 Ilmu Sosial > 340 - 349 Ilmu Hukum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Pustaka - - |
| Date Deposited: | 09 Apr 2026 04:54 |
| Last Modified: | 09 Apr 2026 04:54 |
| URI: | http://repository.upp.ac.id/id/eprint/3573 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
