SAPUTRA SIAHAAN, SAMUEL (2024) UJI EFIKASI EKSTRAK DAUN SENDUDUK (Melastoma malabrhaticum L.) TERHADAP INTENSITAS PENY AKIT ANTRAKNOSA PADA CABAi MERAH SECARA IN VIVO. Sarjana thesis, Universitas Pasir Pengaraian.
|
Text
COVER.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
BAB 1 2 3.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
BAB 4 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia. Tingkat produksi cabai masih Jebih rendah bila dibandingkan dengan potensi produksi cabai yang dapat dicapai. Rendahnya produktivitas cabai tersebut salah satunya disebabkan oleh adanya serangan penyakit antraknosa. Antraknosa dapat menyebabkan dieback atau mati pucuk pada tanaman dewasa yang kemudian diikuti infeksi pada buah. Penggunaan fungisida sintetik dapat memberikan efek negatif terhadap lingkungan. Oleh sebab itu perlu dicari alternatif lain untuk pengendalian penyakit antraknosa ini, salah satunya adalah menggunakan fungisida nabati yaitu bahan yang berasal dari tumbuhan seperti tumbuhan senduduk. Ekstrak daun senduduk mengandung senyawa kimia yang bermanfaat sebagai fungisida nabati. Golongan senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak daun senduduk (Melastoma malabathricum (Linn.)) adalah alkaloid, flavonoid, tanin, steroid/terpenoid, monoterpen/sesquiterpen, antrakuinon, polifenolat. Senyawa tersebut diduga berpotensi untuk digunakan sebagai fungisida nabati karena dapat mempengaruhi fisiologi suatu organisme. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Pasir Pengaraian mulai dari bulan Agustus sampai Oktober 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukan pemberian konsentrasi ekstrak daun senduduk terhadap colletotrichum capsici pada cabai mampu menghambat pertumbuhan colletotrichum capsici. Pemberian konsentrasi ekstrak daun senduduk terhadap colletotrichum capsici pada cabai terhadap kejadian penyakit menunjukan hasil yang berbeda nyata pada setiap perlakuan bila dibandingkan dengan kontrol (tanpa peberian ekstrak). Keparahan penyakit dengan pemberian konsentrasi ekstrak daun senduduk terhadap colletotrichum capsici pada cabai menunjukkan gejala terparah ada pada perlakuan KO dan perlakuan dengan gejala paling ringan adalah perlakuan K4. Konsentrasi 12 % merupakan konsentrasi terbaik dalam menekan pertumbuhan Colletotrichum chapsici.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Cabai Merah, Antraknosa, Colletotrichum capsici. |
| Subjects: | Dewey decimal Classification Subject Areas > 600 Teknologi dan ilmu-ilmu Terapan > 630 - 639 Pertanian dan Teknologi yang Berkaitan |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Depositing User: | Pustaka - - |
| Date Deposited: | 17 Jan 2026 04:31 |
| Last Modified: | 17 Jan 2026 04:31 |
| URI: | http://repository.upp.ac.id/id/eprint/3117 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
